News Update
- Sate Petir Pak Nano: Disambar Sate Petir Racikan Pak Nano yang Bikin Ketar-ketir
- Sagoo Kitchen: Gurih Mantap! Nasi Goreng Kunyit Ayam Bledos di Resto Jadoel
- Melewati Garut? Jangan Lupa Makan Enak Dulu di 5 Tempat Ini
- Hotel Indonesia Natour Raih Penghargaan dari ITTA Foundation
- Beda Tahu Petis Bandung yang Dicicip Jokowi dengan Tahu Petis Semarang
- Redjeki Kuliner: Malas Masak? Pesan Saja Ayam Goreng dan Sayur Lodeh Enak Ini
- Sumber Bestik Pak Darmo: Empuk Gurih Bestik Lidah yang Menggoyang Lidah
- Waroeng Keroepoek : Menikmati Wedang Bergaya Kekinian di 'Cafedangan'
Desa Wisata Krebet
Sentra kerajinan batik media kayu di dusun Krebet secara tidak langsung telah mendukung upaya kraton Yogyakarta dalam melestarikan motif batik klasik. Kenapa demikian? Selama belasan tahun berkarya, para pengrajin di sentra kerajinan ini membatik berbagai kerajinan berbahan baku kayu dengan motif batik klasik kraton Yogyakarta. Seperti motif parangrusak, parangbarong, kawung, garuda, sidomukti, sidorahayu dan puluhan motif lain. Sedangkan produk seni berbahan kayu yang dibatik antara lain, patung, wayang, hiasan dinding.
Pilihan untuk mempertahankan produk utama dengan motif batik klasik kraton Yogyakarta itu telah menjadikan Krebet cepat dikenal di berbagai belahan dunia. Para wisatawan dapat leluasa melihat secara langsung proses pembuatan karya seni bermotif batik ini karena di Krebet terdapat 20 sanggar seni yang menampung lebih dari 400 perajin.
Bahkan wisatawan dapat bermalam di dusun yang berada di pegunungan ini karena tersedia rumah-rumah tradisional. Para pelancong juga dapat menyaksikan kehidupan khas orang desa, seperti orang memanjat pohon kelapa untuk mengambil nira sebagai bahan baku gula merah. Wisatawan juga dapat menyaksikan petani yang menggarap sawah dengan cara ngluku (naik alat untuk membajak tanah ditarik sapi). Setiap bulan September pelancong dapat menyaksikan upacara ritual “Bersih Dusun” sebagai ungkapan syukur atas panen sawah ladang mereka.
Bagi para wisatawan, kunjungan ke sentra kerajinan Krebet dapat dirangkai sekaligus dengan perjalanan wisatanya ke sentra kerajinan gerabah Kasongan, sentra kerajinan tatah sunggung wayang Dusun Gendeng, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan. Bahkan dapat terus disambung ke sentra kerajinan patung primitif di dusun Pocung, desa Pendowoharjo, kecamatan Sewon.
Dusun Wisata Krebet terletak di desa Bangunjiwo, kecamatan Pajangan, berjarak sekitar 12 km arah barat daya kota Yogyakarta.
http://www.bantulbiz.com/
Pilihan untuk mempertahankan produk utama dengan motif batik klasik kraton Yogyakarta itu telah menjadikan Krebet cepat dikenal di berbagai belahan dunia. Para wisatawan dapat leluasa melihat secara langsung proses pembuatan karya seni bermotif batik ini karena di Krebet terdapat 20 sanggar seni yang menampung lebih dari 400 perajin.
Bahkan wisatawan dapat bermalam di dusun yang berada di pegunungan ini karena tersedia rumah-rumah tradisional. Para pelancong juga dapat menyaksikan kehidupan khas orang desa, seperti orang memanjat pohon kelapa untuk mengambil nira sebagai bahan baku gula merah. Wisatawan juga dapat menyaksikan petani yang menggarap sawah dengan cara ngluku (naik alat untuk membajak tanah ditarik sapi). Setiap bulan September pelancong dapat menyaksikan upacara ritual “Bersih Dusun” sebagai ungkapan syukur atas panen sawah ladang mereka.
Bagi para wisatawan, kunjungan ke sentra kerajinan Krebet dapat dirangkai sekaligus dengan perjalanan wisatanya ke sentra kerajinan gerabah Kasongan, sentra kerajinan tatah sunggung wayang Dusun Gendeng, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan. Bahkan dapat terus disambung ke sentra kerajinan patung primitif di dusun Pocung, desa Pendowoharjo, kecamatan Sewon.
Dusun Wisata Krebet terletak di desa Bangunjiwo, kecamatan Pajangan, berjarak sekitar 12 km arah barat daya kota Yogyakarta.
http://www.bantulbiz.com/

Provinsi
